GEREJA SEBAGAI MEMPELAI
ANAK DOMBA
(Yohanes 3: 23; Wahyu 21: 9, 27)
Oleh: Yohanes Waworundeng
Yohanes pembaptis adalah seseorang yang memperkenalkan konsep ini dengan jelas, sebelum kedatangan Yesus yang pertama kali ke dalam dunia. Sedangkan Rasul Yohanes adalah saksi hidup yang menyaksikan kebenaran ini setelah Yesus terangkat ke surga. Peran kedua Yohanes ini, adalah menjadi saksi. Yohanes Pembaptis menjadi saksi kunci dari jaman Perjanjian Lama serta Rasul Yohanes adalah saksi penting dari jaman Perjanjian Baru. Konsep ini sangat penting, sehinga Allah perlu menegaskan melalui rasul Yohanes sebelum menutup bukunya, bahkan dengan pengelihatan.
Apa relevansinya (hubungannya) dengan Gereja? Sebenarnya kita dapat menyimpulkannya dengan satu kata: PERSIAPAN. Sejauh manakah Gereja sudah mempersiapkan diri untuk bertemu dengan mempelai laki-laki yakni, Yesus Krsitus. Lebih sempit lagi sejauh manakah kita sebagai pemimpin dan pelayan Tuhan mempersiapkan umat Tuhan, untuk bertemu dengan Yesus Kristus? Ini pertanyaan yang sangat relevan bagi Gereja di sepanjang jaman. Memang CARA mempersiapkannya mungkin berbeda-beda tetapi apakah mengandung prinsip yang sama? Apa yang menjadi prinsip persiapan? Salah satu faktor terpenting dari sebuah persiapan adalah “MENGENAL”. Pengenalan berhubungan dengan beberapa hal:
ANAK DOMBA
(Yohanes 3: 23; Wahyu 21: 9, 27)
Oleh: Yohanes Waworundeng
Yohanes pembaptis adalah seseorang yang memperkenalkan konsep ini dengan jelas, sebelum kedatangan Yesus yang pertama kali ke dalam dunia. Sedangkan Rasul Yohanes adalah saksi hidup yang menyaksikan kebenaran ini setelah Yesus terangkat ke surga. Peran kedua Yohanes ini, adalah menjadi saksi. Yohanes Pembaptis menjadi saksi kunci dari jaman Perjanjian Lama serta Rasul Yohanes adalah saksi penting dari jaman Perjanjian Baru. Konsep ini sangat penting, sehinga Allah perlu menegaskan melalui rasul Yohanes sebelum menutup bukunya, bahkan dengan pengelihatan.
Apa relevansinya (hubungannya) dengan Gereja? Sebenarnya kita dapat menyimpulkannya dengan satu kata: PERSIAPAN. Sejauh manakah Gereja sudah mempersiapkan diri untuk bertemu dengan mempelai laki-laki yakni, Yesus Krsitus. Lebih sempit lagi sejauh manakah kita sebagai pemimpin dan pelayan Tuhan mempersiapkan umat Tuhan, untuk bertemu dengan Yesus Kristus? Ini pertanyaan yang sangat relevan bagi Gereja di sepanjang jaman. Memang CARA mempersiapkannya mungkin berbeda-beda tetapi apakah mengandung prinsip yang sama? Apa yang menjadi prinsip persiapan? Salah satu faktor terpenting dari sebuah persiapan adalah “MENGENAL”. Pengenalan berhubungan dengan beberapa hal:
Kognitif (pengetahuan). Seorang yang akan menikah sudah seharusnya tahu dengan siapa yang menikah. Meskipun pada jaman lalu, kebanyakan tidak punya pilihan untuk menikah dengan siapa (karena di jodohkan), tetapi setidaknya sudah tahu mau menikah dengan siapa.). Orang yang normal kalau di tawarin menikah, pasti akan bertanya dengan siapa? Minimal tahu lah dengan siapa. Begitu halnya dengan Gereja, di manakah pentingnya pengenalan yang sifatnya pengetahuan. Dalam hal ini tentu berhubungan dengan tahu pribadi yang kita imani. Siapakah Yesus? Gereja yang memperkenalkan Yesus dengan salah maka Gereja tersebut tidak sedang mempersiapkan umat Allah menjadi mempelai wanita. (Mungkin Gereja yang udah putus asa). Jemaat tidak banyak, sedikit yang beri perpuluhan da persembahan, akhirnya orientasi pengenalannya tidak lagi di fokuskan kepada siapakah Yesus sebenarnya. Seolah-olah ada “Other Jesuses” atau “Yesus yang lain”. Hanya Yesus yang Alkitab katakan, itulah yang perlu kita kenal. Yesus yang lain, kenal dari pengalaman saja, Yesus berdasarkan teori pribadi, Yesus yang seharusnya ini dan itu yang tidak berdasar pada pengetahuan Alkitab harus di tolak. Hanya dari Alkitab, kita tahu Yesus yang sesungguhnya.
Pengenalan dalam kehendak. Dua orang yang sedang di jalin asmara, pada akhirnya di persatukan dalam kehendak yang sama, yakni di persatukan dalam Pernikahan. Sebelum di persatukan, keduanya akan belajar untuk saling melepaskan kepentingan diri sendiri, untuk lebih memikirkan kepentingan pasangannya. Kehendak aku menjadi kehendak kita. Rencanamu menjadi rencana kita. Ini adalah pengenalan yang sifatnya sudah lebih dewasa. (Coba yang sudah suami istri, tanyakan prinsip ini masih berlaku gak)? Adakah Tuhan tidak mengerti kehendak dan kebutuhan kita? Adakah Tuhan tidak mengenal kita seutuhnya? Saya yakin kita semua bependapat: Tuhan kenal. Bukankah seharusnya pertanyaan menjadi: sudahkah saya mengerti kehendak Tuhan? Sudahkah saya semakin mengenal Dia dan rencana2-Nya? Adakah rencana Tuhan sudah menjadi rencanaku? Gereja harus di persiapkan untuk selalu berjalan di dalam kehendak Allah. Gereja adalah tubuh Kristus, kepalanya adalah Kristus. Tubuh tidak akan bergerak semaunya tanpa arahan dari otak yang berada di kepala. Demikianlah Gereja yang mencintai Tuhan Yesus adalah Gereja yang selalu mengutamakan kehendak Allah di bandingkan hal yang lainnya.
Tindakan untuk saling memberi dan mencintai dengan utuh. Tidak benar bila seorang berkata kepada pasangannya “aku mengasihimu, namun tidak pernah menunjukkan dengan nyata dan positif tindakan kasihnya. Tidak ada hubungan yang akan berhasil apabila tidak ada kesadaran untuk sama-sama mengisi hubungan tersebut. Seseorang yang mengenal pasangannya, dia pasti tahu harus berbuat apa jika pasangannya sedang sedih, seseorang juga seharusnya tahu harus berbuat apa jika pasangannya membutuhkan sesuatu. Pertanyaan yang seharusnya: Apa yang sekiranya bisa ku lakukan untukmu? Tidak ada pengorabanan yang lebih benar dari sebuah tindakan yang tepat, di saat yang tepat kepada orang yang tepat. Kristus sudah menyatakan kasihnya dengan nyata? Apa bukti kasih kita kepadanya? Apakah Gereja sudah melakukan apa yang menyenangkan hati Allah. Apakah sudah tahu apa yang menyenangkan Allah tapi masih berdiam diri?
Gereja adalah mempelai wanita Anak domba Allah. Oleh karena itu, Gereja harus di kuduskan, di khususkan, di pisahkan dari segala yang tidak berkenan kepada Allah. Gereja juga perlu di bawa untuk mengerjakan apa yang benar. Gereja jauh dari kesesatan itu baik, tapi Gereja juga selalu mengajarkan dan mengerjakan apa yang benar dengan aktif.
Maranata.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar